Mengagumi Pesona Raja Ampat Papua dari Dekat

Diposting pada

Siapa tak kenal Raja Ampat, maskotnya tempat wisata di Papua? Bahkan, keeksotisan tempat ini sudah kesohor hingga ke mancanegara. Terlebih kawasan ini sering dijuluki sebagai Amazon Lautan Dunia karena berada di pusat segitiga karang dunia. Tak heran jika banyak wisatawan asing yang berkunjung ke tempat elok ini untuk memuaskan rasa penasaran mereka.
Di Kepulauan Raja Ampat, ada banyak sekali pulau dan hanya 5% pulau yang dihuni manusia. Tak ayal, banyak pulau yang masih perawan di daerah ini. Ini artinya, lingkungan alam masih sangat terjaga. Ekosistem, baik darat maupun laut, belum rusak karena tidak ada campur tangan manusia.

Asal Mula Nama Raja Ampat

Penamaan dari perairan yang terkenal di Papua ini didasarkan pada cerita rakyat yang beredar di wilayah tersebut. Secara bahasa, Raja Ampat berarti Empat Raja. Keempat raja tersebut masing-masing menguasai sebuah kerajaan di wilayah tersebut, yaitu Salawati, Batanta, Waigeo, dan Misool. Konon, ada sepasang suami istri menemukan 6 butir naga. Ketika mereka hendak memasak telur tersebut, lima di antaranya justru menetas dan lahirlah manusia, empat laki-laki dan satu perempuan. Karena melakukan kesalahan, sang anak perempuan dibuang. Sedangkan, keempat laki-laki menjadi raja di empat pulau di perairan Raja Ampat tersebut.

Keunikan Raja Ampat

raja ampat

suling tambur raja ampat

Jika ditelisik lebih mendalam, Raja Ampat mempunyai banyak sekali keunikan, tidak hanya keindahan biota lautnya. Berikut ini beberapa keunikan Raja Ampat:
1. Gugusan pulau di Raja Ampat cukup menarik perhatian. Pulau-pulau kecil menghasilkan lukisan alam yang tak terhingga. Terlebih jika dilihat dari atas ketinggian.
2. Fenomena alam yang terjadi di bagian timur Waigeo juga sangat mempesona. Fenomena ini berupa sinar yang muncul dari air laut sehingga memberikan pemandangan luar biasa. Sayangnya, Anda hanya bisa menyaksikan fenomena ini di akhir tahun dengan mengitari permukaannya menggunakan perahu selama 10–18 menit.
3. Pertunjukan suling tambur, yaitu memainkan suling bambu tradisional yang dilakukan oleh masyarakat di bagian barat dan utara Waigeo. Pertunjukan akan digelar saat ada festifal keagamaan, peringatan kemerdekaan, dan upacara penyambutan tamu penting.
4. Gua Tomolol juga menjadi tujuan destinasi yang cukup unik. Di dinding gua, terdapat lukisan telapak tangan dan hewan dengan ukuran besar. Konon, lukisan ini sudah ada sejak zaman prasejarah.