Air Terjun Curug Malela, Little Niagara ala Bandung Barat

Diposting pada

Curug Malela (Air Terjun Malela) sering disebut juga sebagai Niagara kecil karena tingginya yang hanya sekitar 60–70 m dan lebar sekitar 50 m. Curug Malela merupakan air terjun paling atas dari rangkaian tujuh air terjun sekitar 1 km tingginya. Karena sebagai hulu air terjun, tak ayal jika air terjun ini mempunyai arus yang cukup deras. Ketujuh air tersebut bila diurutkan dari yang paling atas adalah Curug Malela, Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngeubul, Curug Sumpel, Curug Palisir, dan ditutup dengan Curug Pamengpeuk.

Lokasi Curug Malela

Lokasi Curug Malela terletak di Cicadas, Kecamatan Rongga-Gununghalu, Bandung Barat. Dari pusat kota Bandung, Anda harus menempuh jarak sejauh 30 km, kemudian dilanjutkan 10 km dengan berjalan kaki menyusuri perbukitan. Selama perjalanan, Anda akan disuguhi berbagai pemandangan yang tentu saja sangat menyegarkan mata.Curug Malela Little Niagara

Rute Curug Malela

Untuk menuju lokasi Curug Malela, pengunjung dapat menempuh dua alternative jalur. Alternatiff pertama yaitu menggunakan kendaraan pribadi dari Cimahi menuju Batujajar, Cihampelas, Cililin, Sindang Kerta, Gunung Halu, Buni Jaya, kemudian sampai Curug Malela. Sedangkan, alternatif kedua dapat ditempuh menggunakan kendaraan umum. Dari Terminal Leuwipanjang, Anda dapat naik angkot jurusan Cimahi/Cililin kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik bus jurusan Gunung

Curug Malela

Halu/Buni Jaya. Sesampainya di Terminal Buni jaya, Anda melanjutkan perjalanan dengan ojek menuju Desa Cicadas. Setelah sampai di Cicadas, Anda tinggal melanjutkan perjalanan ke lokasi Curug Malela dengan berjalan kaki.

Misteri Curug Malela

Meskipun pesonanya dapat memikat hati para wisatawan, namun curug ini masih belum cukup dikenal masyarakat sekitarnya karena lokasi yang tersembunyi. Sehingga, apabila anda ingin bertanya mengenai curug ini, akan lebih baik jika anda bertanya kepada tukang ojek yang sudah mengenal lokasi.

Apabila ada wisatawan yang baru datang ke tempat ini, penduduk setempat biasanya akan memberi peringatan “Hati-hati di bawah” tanpa memberi keterangan lebih jelas. Yah, di tempat ini memang banyak sekali beredar mitos-mitos yang sangat dipercaya masyarakat setempat.